PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL SMA KARTINI DI CAMP VIETNAM DAN HUTAN WISATA MATA KUCING

                Siswa-siswi SMA Kartini Batam mengadakan acara pembelajaran kontekstual di museum Vietnam dan hutan wisata mata kucing. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh SMA Kartini Batam  pada hari Kamis, 1 November pukul 07.00-15.00 WIB. Sebelum berangkat, pembimbing pembelajaran kontekstual, Ibu Sri Agustinawaty, memberikan briefing dan menjelaskan bahwa   mereka tidak hanya jalan-jalan saja, namun akan diberi tugas oleh beberapa guru yang mata pelajarannya berkaitan dengan tempat-tempat yang dikunjungi. Mata pelajaran yang berkaitan yaitu: kimia, biologi, dan sejarah. Pembelajaran kontekstual yaitu proses belajar mengajar yang menghubungkan materi pelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari di lingkungan, sehingga pembelajaran lebih memakna.

Para siswa SMA Kartini berangkat dari sekolah pada pukul 08.00. Perjalanan  menggunakan dua bus yang cukup besar. Perjalanan pertama menuju Camp Vietnam. Camp Vietnam terletak d Ppulau Galang, erjalanan dari sma kartini menuju camp Vietnam membutuhkan waktu 2 jam. Untuk menuju pulau tersebut harus melewati enam jembatan barelang yaitu jembatan satu disebut dengan jembatan fisabilillah, jembatan dua sultan zainal, jembatan tiga raja ali haji, jembatan empat nara singa dua, jembatan lima tuanku tambusai, dan jembatan enam di sebut dengan raja kecil.

Setelah sampai di Camp Vietnam parapelajar disambut oleh Bapak Said Adnan selaku kepala museum. Di dalam museum terdapat peninggalan artepak seperti cangkul yang sudah berkarat dam alat-alat perkebunan dan sebagainya, disana juga terdapat kapal, dan tulisan-tulisan kuno. Sejarah manusia Vietnam datang ke Indonesia “akibat perang saudara antara Vietnam utara dengan Vietnam selatan yang dibantu oleh Amerika, dan dimenangkan oleh Vietnam utara akibat terjadi peperangan timbullah arus esadus (pengungsi),’’ ujar Bapak Atnan. Camp Vietnam ini dibangun 15 Desember dan diresmikan pada 1 Januari 1980 oleh presiden Soeharto.

Didalam museum para pelajar di berikan pengetahuan manusia Vietnam dapat di sebut dengan manusia perahu karena mereka datang ke Indonesia dengan perahu, perahu yang pertama kali sampai di Indonesia berkapasitas 75 orang pada tanggal 22 mei 1975, sekitar 35 orang diwawancarai oleh pihak imigrasi Indonesia mereka mengaku tidak mempunyai agama (atheis).

Aktivitas mereka selama dipengungsian antara lain, sekolah dan kegiatan-kegiatan keterampilan setelah mereka datang ke Indonesia para pengungsi Vietnam memiliki tiga agama yaitu islam, khatolik, dan budha, para pengungsi di rawat oleh bangsa Indonesia selama 16 tahun atas dasar kemanusiaan.

Camp Vietnam berakhir pada bulan September 1996, jumlah pengungsi yang terdata selama Camp  berlangsung sebanyak 250.000 jiwa dan 600.000 jiwa dikembalikan ke negara asal. Karena dapat menjaga pengungsi internasional tersebut dengan baik dan memulangkannya dengan berbagai ilmu yang mereka dapatkan selama di camp, ”Indonesia mendapatkan penghargaan yang pertama kali dari PBB” ujar Bapak Said Adnan atau yang biasa disapa Bapak Adnan.

Setelah mempelajari berbagai macam sejarah-sejarah peninggalan Vietnam, peserta pelajar kontekstual melanjutkan perjalanan ke Hutan Wisata Mata Kucing yang terletak di Tiban. Di hutan tersebut para pelajar beristirahat dan melakukan sedikit kegiatan mencari kreateristik pepohonan yang di tugaskan oleh Pak Alwi guru biologi yang menjadi pemandu pelajar selama di hutan mata kucing setelah berkeliling di Hutan Mata Kucing para peserta pembelajaran kontekstual bersiap-siap untuk kembali ke sekolah.

 

Dini Wulandari

Tim jurnalistik SMA Kartini Batam

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author