SMA KARTINI BATAM

Jl. Budi Kemuliaan No. 01 Kampung Seraya Kota Batam

Pendidikan Tanpa Gagal

PENGUMUMAN LOMBA CERPEN KARHISU WRITTING COMPETITION 2019

Senin, 26 Agustus 2019 ~ Oleh Ade Irwansyah ~ Dilihat 1040 Kali

Pertanggungjawaban Dewan Juri Lomba Cerpen Karhisu Writting Competition 2019

 

Lomba Menulis Cerpen Karhisu Writting Competition 2019 sudah selesai melewati tahap penjurian. Dari 34 naskah yang masuk, dewan juri sudah memilih 15 cerpen terbaik. Kemudian, naskah dikerucutkan kembali menjadi 5 terbaik, hingga mendapatkan juara 1, 2 dan 3. Sebelum mengumumkan hasil penilaian dewan juri, ada beberapa hal yang menjadi konsentrasi juri pada naskah-naskah yang masuk.

 

Secara umum, dewan juri memuji kemampuan siswa-siswi yang telah mengikuti kompetisi menulis cerpen ini, mengingat usia siswa-siswi tersebut sangat muda, namun dapat membuat sebuah karya yang baik walau tidak bisa dikatakan sempurna. Dari keseluruhan naskah yang masuk, dewan juri mendapatkan kesimpulan-kesimpulan penilaian antara lain :

 

  1. Kurang luwesnya penulis dalam memilih judul. Ada banyak cerpen yang mengambil judul berdasarkan nama tokoh dalam cerpen untuk "mencari aman" karena kurangnya kreativitas memilih judul. Namun judul-judul dengan nama tokoh tersebut tidak bisa mewakili isi cerita karena karakter tidak kuat dan ada cerpen yang tidak cocok antara judul dengan cerita. 
  2. Penulis tidak kreatif dan tidak terampil dalam menyelesaikan konflik dalam cerpen. Kebanyakan cerpen tersebut terkesan terburu-buru untuk mencapai klimaks sehingga ending-nya sangat lemah dan bahkan tidak menarik. 
  3. Bertebaran karakter dalam cerpen, namun tidak dijaga dengan baik. Karakter-karakter tidak penting bermunculan sehingga membuat cerpen menjadi seperti paragraf-paragraf yang tidak padu.
  4. Keterampilan penulisan yang dilakukan penulis masih perlu dikembangkan terutama pada dialog, penggunaan tanda baca, intonasi dan keterangan dialog.

 

Itulah kesimpulan penilaian yang telah didapatkan oleh dewan juri. Namun begitu, bukan berarti naskah-naskah yang masuk tidak memenuhi kriteria. Naskah yang masuk adalah naskah-naskah bagus yang harus dipoles apabila akan diterbitkan. Selanjutnya, dewan juri mengucapkan terima kasih, dan selamat kepada para pemenang dan kepada 15 naskah terbaik yang akan dibukukan. Semoga tahun depan, naskah-naskah yang masuk akan lebih kaya akan khazanah bahasa dan gaya bahasa yang kreatif.

 

Pengumuman Juara Menulis Cerpen Karhisu Writting Competition 2019

 

 

Juara 1 - Ketika Tuhan Menciptakan Negeriku (Sarah Nanda - SMA Negeri 14 Batam)

Cerpen Ketika Tuhan Menciptakan Negeriku terlalu kuat untuk menjadi kompetitor di kompetisi ini. Itu alasan utama kenapa juri menempatkannya sebagai juara pertama. Gaya bahasa yang digunakan sangat di atas rata-rata peserta lainnya dan pemilihan bahasanya juga baik. Cerpen yang bercerita tentang seorang gadis bernama Poetri, yang menemukan cintanya terhadap Indonesia ini dituturkan dengan mengalir dari awal hingga akhir. Salah satu kekuatan cerita ada pada wawasan penulisnya terhadap sejarah yang disampaikan dengan cukup detail dalam cerpen ini. Namun sayang sekali, penulis tidak mengeksplor lebih luas tentang keindahan dan keragaman Indonesia dalam segi lainnya, padahal untuk cerpen, masih cukup dikembangkan sedikit lagi. Jika itu dilakukan oleh penulis, cerpen ini akan lebih matang dan sempurna. Jika naskah akan diterbitkan, ada baiknya penulis menambah sedikit lagi keragaman tersebut.

 

Juara 2 - Sumpahku (Nadia Angelina Ardian - SMA Kartini Batam)

Mengambil setting di Australia, cerpen ini bercerita tentang seorang gadis yang mengalami trauma pada peristiwa bom Bali yang telah merenggut ayah dan saudara laki-lakinya. Pertentangan batin antara tokoh utama dan ibunya yang masih menginginkan kembali ke kampung asalnya, adalah nyawa dari cerpen ini. Kelihaian penulis dalam memainkan emosi pembaca cukup berhasil dilakukan walaupun masih kurang mulus. Yang disayangkan pada cerpen ini, keterampilan penulis dalam menyelesaikan konflik kurang apik, padahal konfliknya cukup menjanjikan. Apalagi tokoh ibu pada akhirnya meninggalkannya ke Indonesia. Dari situ sebenarnya penyelesaian konflik bisa dibuat kreatif. 

 

Juara 3 - Stellans (Chintya Rahmawaty - SMA Kartini Batam)

Stellans dituliskan dengan gaya bahasa dan penuturan yang baik. Terlihat bahwa penulisnya cukup terampil dalam merangkaikan kata menjadi kalimat yang ringan dan renyah dibaca. Pembukaan cerpen ini cukup menarik perhatian, dan ending yang tidak terprediksi. Penulis berhasil menaikturunkan emosi pembaca dan kisah romantis yang dibangun di dalam cerpen ini juga cukup bagus, tidak cengeng dan tidak kekanak-kanakan. Namun sangat disayangkan, penulis terlihat tergesa-gesa mengakhiri cerita, padahal rentetan cerita dari awal hingga pertengahan kuat sekali. Dengan akhir yang tidak terprediksi ini, seharusnya penulis bisa memberi sentuhan dramatis agar cerpen ini sempurna.

 

4 - The Artis ( M. Wildan Alif P - SMA Kartini Batam )

Cerpen The Artist adalah salah satu cerpen beraliran suspense yang dituturkan dengan cara yang sedikit unik. Cerpen ini menceritakan tentang tokoh Aku yang baru saja membeli rumah baru di sebuah lokasi yang tidak disebutkan, yang secara tak sengaja mendapatkan sebuat pesan kaleng dari seseorang yang mengaku The Artist. Pembaca akan dibawa menebak-nebak akhir cerita ini dan siapa tokoh The Artist yang dimaksud. Apalagi kejadian-kejadian mengerikan yang terjadi setelah menemukan surat itu, membuat pembaca mengerutkan dahi dan berpikir karena gaya bertutur yang digunakan oleh penulis. Namun kembali lagi, penulis kurang terampil dalam menyelesaiakan konflik dan menyelesaikan cerita. Cerita diselesaikan terburu-buru dan "dipaksa" selesai begitu saja oleh penulis.

 

5 - Ringburg (Nadya Azzahra - SMA Kartini Batam)

Ringburg mengambil tema horor yang dipadukan dengan setting zaman penjajahan. Bercerita tentang tawanan Belanda yang dieksekusi di sebuah jembatan bernama Ringburg. Kepedihan para tawanan yang dieksekusi diceritakan cukup baik, namun tidak dikembangkan cukup detail. Perpindahan cerita dari zaman penjajahan ke masa kini juga seharusnya dibuat lebih dramatis agar terskesan tidak melompat begitu saja. Cerpen juga terburu-buru untuk diselesaikan. Namun begitu, pembukaan naskah cukup membuat penasaran dan tetap terjaga hingga hampir ke ujung cerita. Keterampilan penulis dalam menggambarkan suasana masa penjajahan tidak bisa diremehkan. Ringburg memberikan nuansa baru untuk cerpen perjuangan yang dipadukan dengan nuansa horor.

 

Berikut ini naskah yang berhasil masuk 15 besar selanjutnya :

6. Black Forrest ( Clara Anastasia - SMA Negeri 12 Batam)

7. Patung Putih (Siti Tasyah - SMA Kartini Batam)

8. Hidup Dalam Tidurku ( Laurensia Theresia Monica - SMAK Immanuel Batam)

9. Perempuan Perusak ( Innayah Putri Warna - SMA Kartini Batam)

10. Pelangi (Madelyn Melanie - SMA Kartini Batam)

11. Mafia Brother ( Gifta Aldini - SMA Kartini Batam)

12. Kinan Sabella's Story (Salsabilla Stevanie Putri - SMA Ananda)

13. Why Me ? ( Tiara Salsabila - SMA Kartini Batam)

14. Destiny ( Kayla Salsabila - SMA Kartini Batam)

15. Terlambat (Shella Vitaloka Sirait - SMA Kartini Batam)

 

Tertanda,

Dewan Juri

  1. Ade Saragih 
  2. Ani Muslimah
  3. Leni Maryani

 

 

Selamat kepada para pemenang. Penyerahan hadiah akan dilaksanakan bersamaan dengan penyerahan hadiah Short Movie, yaitu pada September 2019.

Kepada para peserta yang naskahnya masuk 15 besar dan 5 besar, harap mengambil cerpen tersebut dan mengirimkannya kembali kepada panitia dalam bentuk softcopy (sudah diketik dengan revisi) untuk kemudian diterbitkan dalam buku antologi cerpen SMA Kartini Batam,  paling lambat hari Kamis, 29 Agustus 2019. 

Soft copy dapat dikirimkan ke email : ade_irwansyah86@yahoo.com 

 

Catatan : Ketika akan diterbitkan, editor akan merevisi / mengedit kembali naskah cerpen.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Akmal,S.Pd

Assalamu'alaikum wr.wb Kita panjatkan puji da syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita. Shalawat serta…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Gimana Tanggapan anda Terhadap SMA Kartini Batam

LIHAT HASIL

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: public/Readmore.php

Line Number: 37

Backtrace:

File: /var/www/vhosts/smakartinibatam.sch.id/public_html/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler

File: /var/www/vhosts/smakartinibatam.sch.id/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once